$theTitle=wp_title(" - ", false); if($theTitle != "") { ?>
Ibadah Keluarga GPIB Jemaat Pondok Ungu Bekasi, Sektor Getsemani. Rabu 27 January 2010
Markus 4: 10-13
4:10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.
4:11 Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
4:12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”
4:13 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?
Ternyata bukan kita saja yang pernah atau mungkin saja sering tidak mengerti maksud Tuhan, tetapi pengikut dan murid-murid Tuhan Yesus sendiri juga pernah tidak memahami FirmanNya ( ayat 10 ). Sehingga Tuhan Yesus menyindir mereka dengan perkataan “Tidakkah kamu mengerti perumapamaan ini ? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain ?”
Tapi yang menarik dalam bacaan diatas adalah ketika pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. Mereka tidak mendiamkan saja ketidak fahaman mereka, mereka menanyakannya langsung kepada Tuhan Yesus.
Kita juga ketika kita tidak mengerti Firman Tuhan, kita harus seperti murid-murid Yesus menanyakan langsung kepada Dia, maksud dari FirmanNya tersebut. Kita harus berdoa kepada Tuhan untuk meminta penjelasan akan FirmanNya. Roh Kudus akan menolong kita untuk mengerti maksud Tuhan.
Namun ada pertanyaan mendasar yang perlu kita renungkan, yaitu : seberapa seringkah kita membaca Firman Tuhan ? Kita bersyukur karena GPIB banyak menyelenggarakan ibadah-ibadah seperti Ibadah Hari Minggu, Ibadah Rumah Tangga, Ibadah BPK, Ibadah Diakonia dan lain-lain. Dalam ibadah itu kita bisa membaca dan mendengarkan Firman Tuhan. Tapi diluar daripada itu, bagaimana dengan saat-saat teduh kita dengan Tuhan. Apakah kita memiliki waktu khusus untuk membaca Firman Tuhan ? Kenapa kita tidak begitu semangat membaca Firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab ? Apakah karena kita belum mengerti manfaat Firman Tuhan ?
Segala tulisan yang dihembuskan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3: 16)
Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Tuhan. ( Roma 10: 17 )
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang kita tidak lihat. (Ibrani 11: 1)
Bagaimana kita memahami Firman Tuhan ?
Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu, kamu harus mengikatnya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambing di dahimu. ( Ulangan 11: 18 )
Ada orang bisa membaca tapi belum tentu mengerti. Kita bisa membaca bahasa Inggris tapi belum tentu kita mengerti. Kita juga mungkin mendengar suara tapi belum tentu menyimak atau memperhatikan. Jadi Firman Tuhan itu harus ditaruh dalam hati.
Hati adalah Rumah Tuhan.
Mungkin saudara pernah melihat gambar dari Bait Allah di dalam ensiklopedia. Bait Allah itu memiliki Pintu Gerbang, Serambi Muka dan Tempat Suci. Firman Tuhan masuk melalui Gerbang indera kita lewat pembacaan dan pendengaran. Dengan bimbingan Roh Kudus kemudian masuk kedalam Serambi Pemikiran kita untuk dimengerti dan diingat. Kemudian melalui Jalan Iman masuk kedalam Tempat Suci yaitu hati kita. Di dalam hati kitalah Firman itu berakar, bertumbuh dan berbuah.
Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang TauratMu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati. ( Mazmur 119: 34 )
Itulah yang dimaksudkan Tuhan Yesus : “Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” ( Markus 4: 8 )
Jikalau kamu tinggal didalam Aku dan firmanku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya. ( Yoh. 15: 7 )
Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” ( Markus 4: 9 )
Penatua Ronny D.P. Siagian
Khotbah Minggu 20 Des 2009, pukul 06.00 WIB GPIB Jemaat Pondok Ungu. Pnt. Ronny Dapot Parulian Siagian
YESUS ADALAH DAMAI SEJAHTERA KITA
Mikha 5 : 1-4a
1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagiKu seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.
2) Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.
3) Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,
4) dan dia menjadi damai sejahtera.
ARTI MINGGU ADVENT
Minggu ini diperingati Gereja sebagai hari Advent ke-4, yaitu sebagai hari penantian akan Juru Selamat. Kalau bicara tentang juru selamat berarti ada yang perlu diselamatkan. Selamat dari apa ? dari kematian, dari hukuman dosa atau dari perbudakan. Ada yang sudah menyadari bahwa mereka sudah diselamatkan, karena mereka mengakui dan mengandalkan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat mereka, kalau demikian Advent menjadi hari penantian kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali sebagai Raja yang memerintah di Sorga. Akan tetapi ada juga orang yang hidup didalam perhambaan dosa, mereka sudah tahu bahwa mereka penuh dengan dosa namun mereka tidak tahu harus berbuat apa untuk keluar dari perhambaan tersebut.
Siapa dari antara Ibu, Bapa, Saudara sekalian yang hidup dalam perhambaan dosa ? Yang membutuhkan Juru Selamat ? Atau mungkin ragu dengan keselamatannya ?
Sebelum Ibu, Bapa dan Saudara-saudara menjawabnya, mari kita lihat keadaan bangsa Yehuda maupun bangsa Israel pada zaman nabi Mikha. Setelah kematian Raja Salomo, bangsa Israel terbagi dua, yaitu Israel Utara yang disebut sebagai Israel dengan Ibu Kotanya Samaria dan Israel Selatan yang disebut Yehuda dengan Ibu Kotanya Yerusalem. Pada Mikha 1 : 1 dikatakan bahwa Mikha hidup pada zaman Yotam, Ahas dan Hizkia, yaitu raja-raja Yehuda.
PERHAMBAAN OLEH DOSA-DOSA
Mari kita coba lihat apa yang terjadi pada zaman itu. 2 Raja-raja 15 : 34-35a : 34)Ia (Yotam) melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Uzia, ayahnya. 15)Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidah dijauhkan. Bangsa itu masih mem-persembahkan dan membakar korban di bukit-bukit itu. 2 Raja-raja 16 : 2b-4 : 2b)Ia (Ahas) tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahnya, seperti Daud, bapa leluhurnya, 3)tetapi ia hidup menurut kelakukan raja-raja Israel, bahkan dia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel. 4)Ia (Ahas) mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit pengorbanan dan diatas tempat-tempat yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun. Itulah keadaan bangsa Yehuda pada waktu itu. Bagaimana dengan keadaan bangsa Israel ? Sama saja, karena seperti dikatakan dalam 2 Raja-raja 16 : 3)tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel.
2 Raja-raja 17 : 6-12 : 6)Dalam tahun kesembilan zaman Hosea maka raja Asyur merebut Samaria. Ia mengangkut orang-orang Israel ke Asyur ke dalam pembuangan dan menyuruh mereka tinggal di Halah, di tepi sungai Habor, yakni sungai negeri Gozam, dan di kota-kota orang Madai. 7)Hal itu terjadi, karena orang Israel telah berdosa kepada TUHAN, Allah mereka, yang telah menuntun mereka dari tanah Mesir, dan karena mereka telah menyembah allah lain, 8)dan telah hidup menurut adat-istiadat bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel, dan menurut ketetapan yang telah dibuat raja-raja Israel. 9)Dan orang Israel telah menjalankan hal-hal yang tidak patut terhadap TUHAN, Allah mereka. Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan di mana pun mereka diam, baik dekat menara penjagaan maupun di kota yang berkubu; 10)mereka mendirikan tugu-tugu berhala dan tiang-tiang berhala di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun; 11) di sana di atas segala bukit itu mereka membakar korban seperti bangsa-bangsa yang telah diangkut TUHAN tertawan dari depan mereka; mereka melakukan hal-hal yang jahat sehingga mereka menimbulkan sakit hati TUHAN; 12)mereka beribadah kepada berhala-berhala, walaupun TUHAN telah berfirman kepada mereka; “Janganlah kamu berbuat seperti itu!”
MIKHA MEMPERINGATKAN ISRAEL DAN YEHUDA ( Mikha 1 )
TAPI TIDAK DIHIRAUKAN akhirnya ISRAEL DIPERHAMBA ASYUR
NUBUAT TENTANG MESIAS ( Raja Yang Diurapi )
Tentu saja hidup di pembuangan dan perhambaan seperti yang dialami oleh bangsa Israel, tidaklah enak, sebaliknya akan menderita dan sengsara. Siapakah yang akan menyelamatkan mereka ?. Siapakah yang akan datang sebagai Raja yang menolong bangsa Israel dari perhambaan bangsa Ansyur dan Babel ?. Mereka berharap ada seorang Raja seperti Raja Daud yang diurapi Allah melalui Nabi Samuel. Raja yang besar yang mengalahkan semua musuh-musuh Israel. Mereka mau Raja seperti itu. Ditengah-tengah penderitaan bangsa Israel itu, Mikha menubuatkan :
Mikha 5: 1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.
Lukas 2: 4 -7 : 4)Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, –karena ia berasala dari keluarga dan keturunan Daud—5)supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. 6)Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, 7)dan ia melahirkan seorang anak laki-laki anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
TUHAN BERDAULAT
Mesias lahir di kota kecil Betlehem dan di kandang Domba bahkan dalam palungan. Kenapa ? Kenapa tidak di kota Yerusalem dan di rumah mewah ? Supaya baik gembala orang kecil maupun orang Majus orang-orang kaya dan pintar bisa menghampirinya. Kalau Yesus lahir di kota besar dan di rumah mewah, hanya orang kaya saja yang bisa menghampirinya. Jadi keselamatan bukan hanya untuk orang-orang kaya dan orang-orang pintar akan tetapi keselamatan adalah untuk semua orang.
Ingat Tuhan selalu ingin supaya manusia hidup dalam damai sejahtera, Dia adalah Allah yang Maha Kasih dan Maha Pengampun. Meskipun kita sudah jatuh dalam dosa dan kita merasa bahwa dosa-dosa kita terlalu banyak dan sudah terlalu sulit untuk diampuni. Ingat apabila Ibu, Bapa, Saudara-saudara sekalian merasa demikian, itu adalah ulah si Iblis yang selalu menuduh “Dosamu terlalu besar, tidak mungkin lagi kamu bisa kembali ke jalan yang benar..” itu adalah tuduhan si Iblis. Tuhan berdiri dipintu hatimu, dan menunggu engkau membukakan pintu hatimu. Rendahkanlah hatimu di hadapan Tuhan, dengarlah Tuhan berseru di pintu hatimu. Hanya engkau yang bisa membuka. Bukalah Tuhan akan memelukmu dan mengampuni dosa-dosamu. Seperti Bapa yang menyambut anaknya yang hilang dan balik lagi.
TUHAN MEMELIHARA
Jangan kuatir, Tuhan juga tidak hanya datang untuk menyelamatkan kita. Tidak, Dia juga akan memelihara kita. Ayat 3)Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, 4)dan ia menjadi damai sejahtera.
KESIMPULAN
Tuhan Yesus lahir sebagai Juru Selamat, Sang Gembala yang Memelihara dan Pembawa Damai Sejahtera.
Selamat menyambut Natal 2009, Tuhan Yesus memberkati.
RDPS
Blog ini berisikan Khotbah, Renungan, Pengajaran dan Kesaksian yang pernah saya sampaikan di beberapa tempat, terutama di GPIB Jemaat Pondok Ungu Bekasi. Semoga menjadi berkat bagi kita semua.