August 22, 2010 - Posted by Ronny Siagian - Comments Off
Kebaktian Minggu GPIB Jemaat Pondok Ungu Bekasi
Minggu 22 Agustus 2010, pukul 06.00 WIB
AMPUNILAH DIA YANG BERSALAH KEPADAMU
Sebelum kita menyetujui permintaan Paulus ini “Harus diampuni orang yang bersalah”, sepertinya kita perlu tahu terlebih dahulu siapa pelaku yang dimaksud dan apa kesalahannya. Jadi sebelum Hakim memutuskan suatu perkara, tentunya harus tahu dong duduk perkara yang sebenarnya.
Mari kita ikuti penyelidikan dan penyidikan dari Bareskrim kita.
Ayat 5 “Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan…”. Kelihatannya memang ada orang yang membuat Paulus dan jemaat Korintus menjadi bersedih. Jadi kesalahannya adalah membuat kesedihan. Tapi kesedihan macam apa yang diperbuatnya ?
Ayat 6 “Bagi orang yang demikian…”. Siapa orang tersebut ?
Ayat 7 “sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia…” . Sepertinya si pembuat kesedihan tersebut ada seseorang.
Mari kita lihat jejak-jejak pelaku kesedihan ini dari berkas-berkas perkara sebelumnya. Mari kita mencoba mempelajari surat Paulus yang kedua pada pasal satu, mungkin kita bsia menemukannya. Setelah kita selidiki, masih belum jelas juga.
Berarti kita harus menyelidiki berkas-berkas yang sebelumnya, yaitu surat Paulus yang pertama kepada Jemaat Korintus. Tapi untuk sementara sidang istirahat dulu akan dilanjutkan beberapa saat lagi.
Sebelum kita menyelidiki surat Paulus yang pertama kepada Jemaat di Korintus, kita perlu tahu apa yang melatarbelakangi penulisan surat ini.
Suatu ketika Paulus memberitakan Injil ke kota Korintus yaitu suatu kota besar di Yunani. Penduduk kota Korintus ini adalah orang-orang Romawi sebagai penduduk mayoritas dan kemudian orang Yunani sendiri dan orang-orang Yahudi perantau. Di kota Korintus terkenal dengan kuil Venus dimana disana terdapat perempuan-perempuan yang mereka sebut sebagai pendeta yang siap melayani para pria penyembah dewi Venus ini.
Kalau istilah Sodomi diambil dari sejarah kota Sodom dan Gomora, karena di kota ini terjadi hubungan seks yang tidak normal antara laki-laki dengan laki-laki, maka hubungan ini disebut Sodomi. Tapi kalau istilah Korinthiazo adalah percabulan dengan para pelacur yang diambil dari nama kota Korintus, karena pada waktu itu, percabulan dengan para pelacur sangat marak di kota Korintus. Di kota Korintuslah Paulus mendirikan jemaat yang disebut dengan Jemaat di Korintus. Tetapi tantangan pelayanan Paulus sangat besar di kota Korintus.
Ketika Paulus menjalankan pelayanannya, memberitakan Firman Tuhan dan memberikan pengajaran tentu saja ada orang-orang penyembah Venus, para pelacur dan penjahat-penjahat yang mendengarkannya dan menjadi tidak senang dengan akan keberadaan Paulus disana. Bukan saja orang-orang Romawi dan orang Yunani tetapi ada juga dari antara orang Yahudi yang menjadi tidak senang dengan pelayanan Paulus di Korintus.
Singkat cerita Paulus melanjutkan pelayanannya ke kota Efesus dan meninggalkan kota Korintus selama tiga tahun, tapi dia mendengar kabar yang menyedihkan tentang jemaat Korintus. Ada dari jemaat yang mulai terpengaruh dengan kehidupan para pemuja dewi Venus dan melakukan percabulan dan kejahatan-kejahatan lainnya.
Bersambung …..
Penatua Ronny DP Siagian
2 Korintus 2 : 5 – 9
5)Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya – supaya jangan aku melebih-lebihkan –, hati beberapa orang di antara kamu. 6)Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu, 7)sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. 8)Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sunggug-sungguh mengasihi dia. 9)Sebab justru itulah maksud aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu.
August 9, 2010 - Posted by Ronny Siagian - 1 Comment
PERSIAPAN MATERI KOTBAH
BPK Selasa 10 Agustus 2010-08-2010
GPIB Jemaat Pondok Ungu Bekasi
JANGAN SIMPAN KEBENCIAN DALAM HATIMU
Bacaan : Ester 3 : 1 – 15
LATAR BELAKANG :
Israel dijajah Babel dan orang-orang terbaiknya diangkut.
Oleh karena dosa-dosa yang dilakukan oleh bangsa Israel/Yehuda maka Allah mengizinkan bangsa Babel untuk menjajah mereka. Orang-orang pilihan Israel/Yahudi, termasuk Mordekhai bin Simei bin Kish seorang Benyamin bersama Ester keponakannya, diangkut ke Babel ( Ester 2 : 5 – 7 ). Kemungkinan mereka dijadikan pekerja-pekerja (TKI/ Tenaga Kerja Israel ) di Babel, seperti tukang bangunan, pandai besi, prajurit perang dan pekerjan lainnya ( 2 Raja-raja 24 : 16; Daniel 1 : 3 – 4 ).
Babel ditahlukkan Persia, dan orang-orang Israel masih tinggal sebagai pekerja
Kemudian Babel dikalahkan oleh Persia dan secara otomatis para pekerja Israel menjadi pekerja orang-orang Persia juga, termasuk Mordekhai, yang mungkin pada sat itu dia sebagai pegawai di pintu gerbang puri Susan, yaitu istana Raja Ahasyweros Raja Persia ( Ester 3 : 2 – 3 ).
Ester menjadi Permasuri Raja Persia ( Ahasyweros ) menggantikan Ratu Wasti.
Suatu ketika Raja Ahasyweros kecewa dengan Ratu Wasti, karena Ratu Wasti tidak memenuhi undangan Raja, sehingga Raja Ahasyweros memecat Ratu Wasti sebagai Permasuri. Kemudian diadakanlah sayembara untuk mendapatkan Permasuri yang cocok bagi Raja Persia. Pilihan jatuh kepada Ester karena kecantikan dan kebaikannya.
Haman hendak memunahkan orang Yahudi
Haman bin Hamedata, orang Agag menjadi orang kedua setelah Raja Ahasyweros. Oleh persetujuan Raja Haman meminta supaya semua pegawai istana harus tunduk dan menyembah dia. Tetapi Mordekhai tidak mau menyembah Haman. Kenapa ? karena Mordekai bin Simei bin Kish seorang Benyamin mengetahui kisah Raja Saul ( kakek moyang Mordekhai ) dengan Agag Raja orang Amalek. ( Bacar I Samuel 15 : 7 – dst : Raja Saul memukul kalah orang Amalek. Semua orang Amalek dibunuh Saul, kecuali Agag Raja orang Persia dan keluarganya yang dibiarkan dibiarkan hidup. Hal ini membuat Tuhan murka kepada Saul. )
Haman menjadi geram melihat Mordekhai yang tidak mau menyembah dia. Setelah Haman mengetahui kalau Mordekhai adalah orang Israel/Yahudi terlebih-lebih dari suku Benyamin, maka Haman bukan saja mau membunuh Mordekhai akan tetapi lebih dari itu, dia ingin memusnahkan semua orang Israel/Yahudi ( Ester 3 : 5 – 6 ). Karena Haman sangat membenci orang Raja Saul dan bangsa Israel/Yahudi yang dahulu membunuh semua orang Amalek, ketika Agag menjadi Raja ( kakek moyang Haman ).
DENDAM AKAN MENIMBULKAN MALA PETAKA.
Kita lihat bahwa permusuhan Haman dan Mordekhai adalah permusuhan balas dendam kakek moyang. Mordekhai mengetahui kalau Haman adalah keturunan Raja Agag orang Amalek, musuh kakek moyangnya, sehingga Mordekhai tidak mau menyembah Haman. Haman sendiri mengetahui kalau Mordekhai adalah keturunan Raja Saul yang membasni bangsa Amalek, sebangsanya, sehingga Haman mau membunuh Mordekhai dan sekaligus memunahkan orang Yahudi. Pada saat itu, Haman menyimpan dendam dan kebencian di dalam hatinya. Kemudian berkembang menjadi keinginan untuk membunuh dan bahkan lebih parah lagi, ingin memunahkan satu bangsa. Jabatan atau kekuasaannya yang tinggi, memungkinkan niat itu bisa diwujudkan.
Jadi saudara-sadara, jangan menyimpan dendam. Mungkin ada permusuhan dari orang tua kita yang sampai saat ini masih terbawa-bawa sampai kepada kita keturunannya. Jangan sampai kita merasa senang apabila, anak atau cucu dari musuh orang atau kakek kita, jatuh sakit dan jatuh miskin. Jangan sampai kita merasa puas melihat mereka menderita. Ini sering terjadi. Jangan juga memelihara iri hati kepada orang lain. Teman kerja, tetangga, atau siapa saja. Iri hati akan berkembang menjadi kebencian. Kebencian akan mempengaruhi hati dan pikiran kita ke hal-hal yang lebih jahat lagi. Kita menjadi senang melihat orang tersebut menderita. Kalau mereka tidak terlihat menderita, kita yang menderita. Hati kita kesal, bisa-bisa kita mencari cara untuk membuat mereka menderita. Bisa dengan cara menjebak, mengatur strategy agar orang tersebut mendapat celaka. Rencana kita tidak berhasil, hati kita makin kesal, bisa-bisa kita jadi gila dan nekad membunuh.
Cerita-cerita seperti ini, sering kita dengarkan di TV, radio atau majalah. Oleh karena itu jangan sampai menyimpan iri hati, dendam atau kebencian dalam hati saudara-saudara. Berbahaya. Jangan sepelekan hal ini. Sepertinya tidak apa-apa, tapi bisa jadi mala petaka. Ingat kisah saudara-saudara Yusuf yang membuang Yusuf ke sumur ?
Segeralah mengambil langkah dan berdamai dengan hati saudara-saudara dan berdamai dengan orang lain.
Penatua Ronny Dapot Parulian Siagian
Ester 3 : 1 – 15
1)Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agak, dikaruniailah kebesaran oleh Raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda. 2)Dan semua pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berlutut dan sujud kepada Haman, sebab demikianlah diperintahkan raja tentang dia, tetapi Mordekhai tidak berlutut dan tidak sujud. 3)Maka para pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berkata kepada Mordekhai : “Mengapa engkau melanggar perintah raja?” 4)Setelah mereka menegor dia berhari-hari dengan tidak didengarkannya juga, maka hal itu diberitahukan merekalah kepada Haman untuk melihat, apakah sikap Mordekhai itu dapat tetap, sebab ia telah menceritakan kepada mereka, bahwa ia orang Yahudi. 5)Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman, 6)tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu, di seluruh kerajaan Ahasyweros. 7)Dalam bulan pertama, yakni bulan Nisan, dalam tahun yang kedua belas zaman raja Ahasyweros, orang membuang pur – yakni undi – di depan Haman, hari demi hari dan bulan demi bulan sampai jatuh pada bulan yang kedua belas, yakni bulan Adar. 8)Maka sembah Haman kepada raja Ahasyweros: “Ada suatu bangsa yang hidup tercerai-berai dan terasing di antara bangsa-bangsa di dalam seluruh daerah kerajaan tuanku, dan hukum mereka berlainan dengan hukum segala bangsa, dan hukum raja tidak dilakukan mereka, sehingga tidak patut bagi raja membiarkan mereka leluasa. 9)Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan surat titah untuk membinasakan mereka; maka hamba akan menimbang perak sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam perbendaharaan raja.” 10)Maka raja mencabut cincin meterainya dari jarinya, lalu diserahkannya kepada Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru orang Yahudi itu, 11)kemudian titah raja kepada Haman: “Perak itu terserah kepadamu, juga bangsa itu untuk kauperlakukan seperti yang kaupandang baik.” 12)Maka dalam bulan yang pertama pada hari yang ketiga belas dipanggillah para panitera raja, lalu, sesuai dengan segala yang diperintahkan Haman, dituliskan surat kepada wakil-wakil raja, kepada setiap bupati yang menguasai daerah dan kepada setiap pembesar bangsa, yakni kepada tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan kepada tiap-tiap bangsa menurut bahsanya; surat itu ditulis atas nama raja Ahasyweros dan dimeterai dengan cincin meterai raja. 13)Surat-surat itu dikirimkan dengan perantaraan pesuruh-pesuruh cepat ke segala daerah kerajaan, supaya dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan semua orang Yahudi dari pada yang muda sampai kepada yang tua, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, pada satu hari juga, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas – yakni bulan Adar –, dan supaya dirampas harta milik mereka. 14)Salinan surat itu harus diundangkan dalam tiap-tiap daerah, lalu diumumkan kepada segala bangsa, supaya mereka bersiap-siap untuk hari itu. 15)Maka dengan tergesa-gesa berangkatlah pesuruh-pesuruh cepat itu, atas titah raja, dan undang-undang itu dikeluarkan di dalam benteng Susan. Sementara itu raja serta Haman duduk minum-minum, tetapi kota Susan menjadi gempar.
July 29, 2010 - Posted by Ronny Siagian - Comments Off
Ibadah Keluarga Sektor Kanaan GPIB Pondok Ungu Bekasi, Rabu 28 July 2010
PEMIMPIN DI MASA DEPAN
Bacaan : 2 Tawarikh 34 : 1 – 7
Sering sekali kita mendengar dalam acara-acara pembinaan anak-anak bahwa ‘anak-anak inilah nantinya yang menjadi pemimpin gereja dan bangsa’. Memang benar, bahwa anak-anak pasti akan tumbuh besar dan menjadi dewasa, sementara para orang tua akan semakin tua dan akan meninggal, jadi anak-anak itulah yang akan menggantikan para orang tua termasuk para pemimpin. Paling tidak anak-anak ini akan menjadi pemimpin rumah tangganya kelak. Oleh karena itu pembinaan dan pembentukan anak-anak untuk menjadi orang yang dewasa dalam umur dan dewasa dalam rohani menjadi hal yang sangat penting.
YOSIA MENJADI RAJA
Memang Yosia adalah anak yang istimewa dibandingkan dengan anak-anak lain yang sezamannya. Dia diangkat menjadi raja Yehuda pada usia delapan tahun, untuk menggantikan ayahnya Raja Amon yang mangkat karena dibunuh para pegawai istananya. Mungkin kalau dia bukan anak raja, tentunya akan sedikit peluang baginya untuk bisa menjadi seorang raja.
Tapi ada bayangan yang timbul di benak saya bahwa anak Yosia berumur delapan tahun ini pasti memiliki kelebihan selain dia seorang anak raja. Kemungkinan dia adalah anak yang pintar, yang cerdas dan memiliki karakter yang sudah terlihat handal. Karena terbukti ketika dia sudah menjadi pemuda, dia menunjukkan karakter seorang Raja yang berwibawa, tegas, jujur dan setia kepada Allah. Kita bisa baca kisah kepemimpinannya sebagai Raja Yehuda yang berkenan kepada Allah seperti Raja Daud bapa leluhurnya di dalam 2 Raja-raja 34 : 1 – 33.
Pertanyaannya adalah, kenapa bisa demikian ? Bukankah masa kanak-kanak Yosia dihabiskan di istana bersama ayahnya Amon, yaitu Raja Yehuda yang diktator, yang berkelakukan bejat yang melawan Allah dengan menyembah patung-patung dan berhala lainnya ? Biasanya kalau ayahnya berkelakuan tidak baik, anaknya juga akan tertular menjadi tidak baik juga.
PERAN IBU SANGAT MENENTUKAN
Dikatakan di 2 Raja-raja 22 : 1 “Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yedida binti Adaya, dari Bozkat”. Dalam Alkitab dan tradisi orang Israel, laki-lakilah yang dominan, bahkan dalam silsilah orang Israel, nama ibu atau istri jarang disebutkan. Tapi ketika ada nama ibu atau istri disebutkan, berarti wanita itu adalah wanita yang istimewa, kalau bukan wanita yang baik, ya wanita yang tidak baik. Nama-nama wanita yang baik yang dituliskan dalam Alkitab antara lain Sara, Ribka, Ziphora, Deborah, Ruth, Ester, Maria Magdalena, Priskila termasuk Eunike ibunya Timotis. Tapi ada juga wanita yang tidak baik yang ditulis dalam Alkitab seperti istri Izebel istri Raja Ahab, wanita yang beriktiar untuk nabi Elia.
Saya merasa bahwa Yedida ibunya Yosia adalah seorang ibu yang baik, yang mendidik anaknya dalam ajaran-ajaran Allah dengan mengambil tokoh bapa leluhur mereka yaitu Raja Daud yang terkenal dengan Raja yang berkenan di hati Tuhan. Yedida juga mungkin juga menceritakan kisah kepemimpinan Yosua dalam memimpin Israel menuju tanah Kanaan. Kalaupun bukan Yedida yang mengajar Yosia untuk menjadi anak yang baik, mungkin saja para penasehat-penasehat Raja, yang takut akan Allah. Tapi sekiranya itupun tidak benar, kita menyakini bahwa Roh Allah bekerja didalam diri Yosia untuk mengajari dia akan kehendak Allah.
Bagaimana sebenarnya didikan yang baik bagi anak agar mereka bertumbuh menjadi anak yang berkarakter seorang pemimpin yang baik, jujur, berwibawa dan takut akan Allah.
MENEGUR DAN MENGAJAR ANAK
Amsal 29 : 15 – 17 : “Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya. Jika orang fasik bertambah, bertambah pula pelanggaran, tetapi orang benar akan melihat keruntuhan mereka. Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu”. Ya memang kadang-kadang tidak adil, kalau anak-anak nakal, biasanya ibunya yang dipersalahkan.Ini anak siapa sih ? apakah ibunya tidak mengajarinya ? ayahnya jarang dientuh dalam hal mendidik anak. Ada kebiasaan yang salah dari ibu dalam mendidik anak, ketika anaknya menangis ibu selalu menyayang dan berkata ‘siapa nakal nak ?’, ‘nih mama pukul mbaknya’ jadi yang dipukul adalah mbaknya, kakaknya, kursinya, kucingnya dan lain-lain, padahal anak itu sendirilah salah. Makanya dalam Amsal diatas dikatakan tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya. Jadi tidak salah apabila orang tua menggunakan tongkat atau lidi dalam mengajar anak, bukan menghajar ya, tapi mengajari anak dengan benar. Tentunya tidak main pukul sembarangan, tapi tahu kapan harus memukul kapan tidak perlu. Bukan hanya memukul anak, tetapi harus memberi tahu kesalahannya dan mengajari dia cara yang benar. Untuk anak yang sudah mulai besar, remaja atau pemuda tentunya pola mengajari mereka dengan memukul mungkin sudah tidak tepat lagi. Orang tua bisa mengikuti nasehat dalam Amsal 22 : 6 “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu”. Jadi kita harus memberitahu jalan mana yang benar.
BERMAIN BERSAMA ANAK
Berdolah selalu bagi anak-anak kita. Ketika mereka mau berangkat sekolah, berkatilah mereka, ketika mereka mau tidur berdoalah bersama dengan mereka. Ketika mereka bermain, bermain jugalah dengan mereka. Karena ketika mereka sudah menjadi besar dan dewasa, mereka tidak lagi memiliki banyak waktu bersama dengan orang tua mereka. Jadi selagi ada waktu, manfaatkanlah itu untuk memberitahukan dan mendidik mereka didalam jalan Tuhan. Mintalah bimbingan Tuhan tentang cara kita mendidik mereka. Semoga anak-anak kita bertumbuh dalam jalan Tuhan dan menjadi pemimpin yang takut akan Tuhan di masa yang akan datang. Amin.
Penatua Ronny Dapot Parulian Siagian
2 Tawarikh 34 : 1 – 7
Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan. Mezbah-mezbah para Baal dirobohkan di hadapannya; ia menghancurkan pedupaan-pedupaan yang ada diatasnya; ia meremukkan dan menghancurluluhkan tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan, dan menghamburkannya ke atas kuburan orang-orang yang mempersembahkan korban kepada berhala-berhala itu. Tulang-tulang para imam dibakarnya di atas mezbah-mezbah mereka. Demikianlah ia mentahirkan Yehuda dan Yerusalem. Juga di kota-kota Manasye, Efraim dan Simeon, sampai di kota-kota Naftali, yang dimana-mana telah menjadi reruntuhan, ia merobohkan segala mezbah dan tiang berhala, meremukkan segala patung pahatan serta menghancurluluhkannya, dan menghancurkan semua pedupaan di seluruh tanagh Israel. Sesudah itu ia kembali ke Yerusalem.
July 6, 2010 - Posted by Ronny Siagian - 1 Comment
Ibadah Persekutuan Wanita GPIB Jemaat Pondok Ungu Bekasi, Selasa 22 Juni 2010.
TELADANILAH SEMUT
Amsal 6 : 6-8
Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak; biarpun tidak ada pemimpinya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
Perumpamaan ini tentunya sudah sering kita dengarkan. Ini menjadi firman Tuhan yang cukup keras bagi mereka yang merasa dirinya seorang pemalas. Kelihatannya kita tidak perlu memperhalus maksud dari perumpamaan ini, karena sudah jelas bahwa Amsal ini ditujukan bagi orang yang pemalas supaya belajar dari kehidupan. Kalau sekarang banyak buku-buku yang menceritakan kesuksesan dari orang-orang sukses dan diharapkan kita bisa mengikuti cara orang tersebut untuk bisa sukses juga. Tapi bagi pemalas penulis Amsal tidak menyuruh dia untuk belajar kepada orang-orang sukses seperti Abraham, Musa ataupun Salomo raja yang kaya raya, tapi dia disuruh belajar kepada semut.
Memang kenapa sih mereka yang pemalas harus belajar kepada semut ? Sebenarnya bukan hanya kepada mereka yang benar-benar pemalas yang perlu belajar pada semut, tetapi kita juga perlu belajar beberapa hal dari binatang kecil ini, antara lain :
1. Melihat Kedepan
2. Menyusun Rencana
3. Strategy Menabung
4. Bekerja Keras
5. Menikmati Hasil
Melihat Kedepan
Semut mengetahui kapan akan terjadi musim panas atau musim hujan. Semut tidak hidup santai-santai dengan melewati begitu saja hari-hari hidupnya. Dia tahu musim-musim yang akan terjadi. Kita juga harus bisa melihat apa saja yang akan terjadi di masa yang akan datang. Ibu-ibu harus mengetahui kapan anaknya harus masuk TK, SD, SMP dan seterusnya, kapan juga ibu-ibu akan menikahkan anaknya dan lain sebagainya. Dengan demikian ibu-ibu, tentu saja dengan suami atau anggota keluarga lainnya bisa menyiapkan segala sesuatunya untuk keperluan tersebut.
Menyusun Rencana
Ketika semut sudah mengetahui kapan musim hujan tiba, dimana mereka tidak bisa lagi mencari makanan, maka mereka menyusun rencana untuk mencari makanan seberapa banyak, dari mana dan akan dikumpulkan dimana. Kalau mereka tidak memiliki rencana tersebut, maka tentu saja mereka akan kucar-kacir nantinya. Begitu juga kalau keluarga tidak memiliki rencana untuk peristiwa-peristiwa yang akan datang tersebut, maka kemungkinan besar mereka akan mengalami kesulitan pada saat tersebut. Makanya ib-ibu harus menyusun rencana yang akan dilakukan atau dipersiapkan untuk masa yang akan datang.
Strategy Menabung
Kebanyakan dari kita menabung uang dari sisa belanja dan pengeluaran-pengeluaran lain, sehingga terkadang banyak dan terkadang malah tidak ada. Cara demikian tidak ada jaminan bahwa kita akan menabung secara kontinu. Awal-awalnya semangat menabung tinggi, namun selanjutnya kita berpikir ah, nanti aja dulu, saya mau ada keperluan mau beli ini beli itu, jadi bulan depan aja menabungnya didouble. Tapi tiba bulan depan, uangnya juga nggak ada yang sisa. Oleh karena itu, cara menabung seperti ini kurang berhasil. Nah, sebagai gantinya, marilah kita menabung dari uang yang sudah kita sisihkan terlebih dahulu dari penghasilan kita, sebelum kita membelanjakannya. Tentu, kita harus menmpersembahkan terlebih dahulu kepada Tuhan meelalui persepuluhan dari penghasilan kita, kemudian kita sisihkan lagi sepersepuluh atau seperlima, tergantung komitmen kita, untuk ditabung. Jadi menabung bukan dari sisa tapi menabung dari uang yang disihkan terlebih dahulu dari keseluruhan penghasilan kita. Cobalah, pasti akan mendapatkan hasil yang luar biasa. Jangan kita biasakan menunda-nunda waktu untuk menabung, nanti akan menimbulkan kemalasan kita dalam menabung.
Menikmati Hasil
Pantun yang berbunyi berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, adalah pantun tua yang sangat terkenal dan sangat bermanfaat kalau diterapkan dalam hidup kita. Semut mengumpulkan makanananya dengan bekerja keras, sebelum tiba saatnya musim hujan dimana mereka akan menikmati bersama hasil kerja keras mereka. Kerja keras seperti semut ini, bisa saja sudah kita saksikan dari orang-orang yang tadinya orang susah, tapi saat ini mereka sudah menjadi orang-orang yang “santai” yang menikmati kerja keras mereka. Kita sebagai orang Kristen, tidaklah dimaksudkan untuk berfoya-foya di masa kesuksesan kita, tapi kita bisa memperlebar kerajaan Allah di dunia ini dengan harta benda yang kita miliki. Itulah yang kita maksudkan menikmati hasil yang kita tabur dengan berlelah.
Penatua Ronny Dapot Siagian
July 4, 2010 - Posted by Ronny Siagian - 8 Comments
Ibadah Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GPIB Jemaat Pondok Ungu Bekasi, Selasa 03 July 2010.
PERGUNAKANLAH TALENTAMU
Bacaan : Amsal 11 : 22 – 23
Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila. Keinginan orang benar mendatangkan bahagia semata-mata, harapan orang fasik mendatangkan murka.
Dalam satu acara televisi, ada seseorang anak muda yang mengaku bahwa dia gampang mendapatkan pacar karena dia adalah seorang pemuda ganteng. Pada saat yang bersamaan juga seorang penyanyi pria ganteng dengan berberapa artis cantik mengejutkan masyarakat karena video porno mereka tersebar di mana-mana. Mereka adalah orang-orang yang berbakat namun menyalahgunakan bakat atau talenta mereka untuk hal-hal yang tidak benar dan bahkan sangat menjijikkan.
Jadi seperti anting-anting emas yang bagus dan mahal dikenakan di moncong babi, sangatlah tidak pada tempatnya. Kita tahu bahwa babi itu adalah binatang yang kotor, moncongya digunakan untuk mengorek-ngorek apa saja termasuk kotoran, ih.. sangat menjijikkan. Begitulah perempuan cantik yang tidak susila, mereka dikaruniai dengan kecantikan tapi dipergunakan untuk hal-hal yang menjijikkan.
Mungkin kita tidak seperti anak muda ataupun artis terkenal diatas, tapi mari kita renungkan apakah talenta yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita sudah kita pergunakan dengan benar. Jangan sampai seperti yang diumpamakan Tuhan Yesus di dalam Matius 25 : 24 – 30.
Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan ! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”
Oleh karena itu, dari saat ini janganlah main-main dengan talenta yang diberikan Tuhan kepada kita, mari kita pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk hormat dan kemuliaan bagi Tuhan melalui pelayanan, profesi atau pekerjaan kita.
Ada orang yang berkata, ‘ya aku mau tapi sepertinya aku tidak punya talenta’. Jangan salah saudara setiap manusia pasti dikaruniai talenta atau bakat dari semenjak dia dilahirkan. Persoalannya adalah apakah kita mau menyadari, mengembangkan dan mempergunakan talenta tersebut untuk Tuhan ?.
Talenta atau bakat diibaratkan seperti ponsel yang memiliki bermacam-macam fitur, tapi paling tidak dia pasti bisa digunakan untuk menelepon dan sms. Kita juga demikian, Tuhan pasti mengaruniakan talenta kepada kita. Kembali ke ponsel, kita membeli ponsel dengan berharap fitur yang ada dalam ponsel tersebut bisa kita pergunakan dengan baik, seperti kalkulator, jam dan alarm, kamera, radio, recording, internet, kompas dan masih banyak fungsi lain yang ada didalam, tetapi sering sekali tidak kita optimalkan dengan baik.
Dalam diri kita, sepertinya banyak talenta yang diberikan kepada kita, hanya kita malas membuka buku manual kehidupan kita, padahal kalau kit abaca maka kita akan terheran-heran dengan talenta atau potensi yang ada dalam diri kita.
Mengenal Talenta kita
Menurut Howard Garner, yaitu seorang pendidik di Harvard University, Amerika, bakat dibagi dalam delapan kategori Multiple Intelligences, yaitu :
- Kecerdasan Berbahasa ( Linguistic Intelligence )
- Kecerdasan Logika ( Logical Intelligence )
- Kecerdasan Ruang ( Spatial Intelligence )
- Kecerdasan Musik ( Musical Intelligence )
- Kecerdasan Tubuh-Kinestetik ( Body-Kinesthetic Intelligence )
- Kecerdasan Interpersonal ( Interpersonal Intelligence )
- Kecerdasan Intrapersonal ( Intrapersonal Intelligence )
- Kecerdasan Natural ( Natural Intelligence )
Kondisi-kondisi berikut ini akan membantu kita untuk mengenali talenta atau bakat yang kita miliki, yaitu :
Memiliki hasrat.
Ketika kita melihat, mendengar atau menerima ajakan dari seseorang untuk mengerjakan suatu aktivitas, kita merasa memiliki hasrat yang kuat untuk mengerjakannya. Kita juga begitu asyik pada saat mengerjakannya sehingga kita masih berusaha mengulur-ulur waktu ketika saatnya untuk istirahat. Apabila kita merasakan seperti itu, bisa jadi bahwa kegiatan tersebut adalah salah satu dari bakat alami kita.
Kemampuan menguasai.
Apabila ada pekerjaan yang baru diperkenalkan pada kita, sepertinya kita tidak susah untuk mempelajarinya, bahkan kita bisa melewati langkah-langkah yang belum diajarkan. Kita bisa menguasai pekerjaan tersebut dengan cepat dibandingkan dengan pekerjaan yang lain. Kelihatannya kita berbakat dalam pekerjaan tersebut.
Merasa puas.
Ketika mengerjakan pekerjaan tersebut, kita tidak saja hanya merasa senang tetapi juga merasa puas dengan hasil yang kita peroleh.
Pendapat orang lain.
Menurut orang lain, kita memiliki bakat dengan kegiatan yang sedang kita kerjakan. Tentu saja orang lain tersebut adalah orang yang kita percaya bahwa mereka memberikan penilaian yang jujur.
Kondisi-kondisi diatas menuntut kita untuk melakukan sesuatu aktivitas, dengan demikian kita bisa mengetahui apakah kita memiliki hasrat, terlihat lebih cepat menguasai, merasa puas dan mengetahui kesan orang lain pada saat kita melakukannya.
Jadi apabila Anda belum juga mengenali bakat alami Anda, kerjakanlah hal-hal yang baru yang selama ini belum pernah Anda kerjakan.
Cari Peluang untuk Mengembangkan Bakat Anda
Setelah Anda benar-benar mengerti bakat yang Anda miliki, cobalah menemukan peluang untuk mengembangkan atau mengoptimalkannya di tempat Anda bekerja saat ini. Peluang bukanlah hanya posisi atau jabatan yang kosong yang diumumkan di kolom iklan atau di papan pengumuman, tetapi juga sesuatu yang Anda lihat bahwa bakat dan keahlian Anda dibutuhkan disana. Mungkin pimpinan Anda tidak mengenal bakat yang Anda miliki sehingga dia tidak bisa menempatkan pekerjaan atau posisi yang tepat bagi Anda, tapi sesungguhnya Anda mengetahuinya. Oleh karena itu carilah atau ciptakanlah peluang agar Anda bisa menempati suatu posisi dimana Anda bisa mengembangkan bakat alami Anda disana.
Mungkin Anda seorang karyawan yang saat ini bekerja di bagian produksi tapi Anda memiliki bakat di bidang lukis-melukis. Atau Anda bekerja di bagian engineering yang memiliki bakat menyanyi atau berbicara dalam banyak bahasa. Atau Anda karyawan yang bekerja sebagai tenaga penjual namun Anda memiliki bakat di bidang hitung-menghitung atau apa saja bakat Anda. Saya katakan sayang sekali kalau Anda membiarkan bakat tersebut hanya sekedar bakat tanpa ada usaha untuk mengembangkan dan mengoptimalkannya. Sediakanlah waktu Anda sejenak untuk melihat peluang untuk mengembangkan bakat Anda dimanapun Anda bekerja.
Jadikan Bakat menjadi Kekuatan
Segera setelah Anda mengenali bakat alami Anda dan telah menemukan peluang dimana Anda bisa mengembangkannya, maka selanjutnya adalah mengoptimalkannya supaya menjadi suatu kekuatan bagi Anda. Anda membutuhkan pengetahuan tambahan dan latihan-latihan untuk menjadikan bakat yang Anda miliki menjadi suatu kekuatan ( strength ) Anda yang luar biasa untuk mencapai puncak karier Anda.
Setelah Anda sudah memiliki kekuatan di bidang tertentu, bukan berarti sudah tidak ada lagi bakat tersembunyi lain didalam diri Anda yang menunggu untuk ditemukan. Memang Anda tidak bisa unggul dalam segala hal, tetapi Anda bisa mengoptimalkan bakat-bakat alami Anda.
Mari kita pergunakan bakat atau talenta yang sudah diberikan Tuhan kepada kita untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan Allah kita.
Penatua Ronny Dapot Parulian Siagian
June 5, 2010 - Posted by Ronny Siagian - Comments Off
Ibadah Diakonia GPIB Pondok Ungu Bekasi. Sabtu, 29 May 2010
Mamur 37 : 25 – 26
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.
Penatua Ronny Dapot Parulian Siagian
May 27, 2010 - Posted by Ronny Siagian - Comments Off
Ibadah Keluarga Sektor Getsemani GPIB Pondok Ungu Bekasi, Rabu 26 May 2010
Kolose 2 : 9 – 12
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
Penatua Ronny Dapot Parulian Siagian
April 19, 2010 - Posted by Ronny Siagian - 1 Comment
Ibadah Minggu 18 April 2010 pukul 06.00 WIB, GPIB Jemaat Pondok Ungu, Bekasi
TUHAN MEMAKAI SIAPA SAJA
Kita dinilai berdasarkan apa yang kita perlihatkan
Memang sering sekali kita dinilai dari penampilan kita, dari cara kita berbicara, cara kita bertindak dan bahkan dari kendaraan apa yang kita pergunakan, pendidikan dan pekerjaan yang tertulis di kartu nama kita dan lain-lain yang terlihat secara nyata. Karena memang itulah yang langsung dilihat orang dari kita. Tidak banyak orang yang bisa mengetahui potensi atau kemampuan tersembunyi kita kalau kita tidak bisa mengaktualisasikannya. Artinya kalau kita diam terus, maka orang lain menilai kita sebagai pendiam. Kalau setiap kali ketemu orang dan kita selalu ribut, mereka bilang kita tukang ribut, kalau setiap kali ada pembicaraan dan kita selalu protes maka kita disebut sebagai tukang protes, itulah gelar yang diberikan oleh orang lain kepada kita. Jadi bagaimana ? kita menjadi serba salah kalau demikian ? Sesungguhnya karakter kita tersebut tidak akan menjadi masalah kalau kita pakai sebagai modal dalam melayani TUHAN, untuk hormat dan kemuliaan nama-Nya.
Kita menganggap diri kita tidak layak melayani TUHAN
Terkadang kita menganggap bahwa diri kita tidak layak melayani TUHAN karena keterbatasan kita. Kita merasa bahwa kita tidak memiliki sesuatu untuk dijadikan modal dalam pelayanan. Kita merasa diri kita miskin, pendidikan kita rendah, pekerjaan kita rendah dan lain-lain alasan keterbatasan kita. Kita selalu menganggap bahwa yang layak melayani TUHAN itu adalah orang yang pintar, yang kaya dan yang mempunyai pekerjaan atau jabatan yang baik di kantor. Kita menjadi minder ketika orang-orang sudah mempercakapkan masalah ilmu pengetahuan, teknologi, politik dan masalah-masalah pekerjaan yang tidak kita ketahui. Itu membuat kita menyingkir atau paling tidak memilih untuk berdiam diri.
Kita menganggap orang lain tidak memberi kesempatan kepada kita
Memang kita menjadi kikuk atau salah tingkah ketika kita tidak bisa mengikuti pembicaraan dengan teman-teman. Sering juga kita menyalahkan mereka karena tidak memperdulikan atau tidak memberi kesempatan kepada kita. Suatu contoh ketika saya mengikuti arisan Simalungun dimana bahasanya yang tidak saya kuasai, membuat saya jadi malas mengikuti arisan tersebut. Selama berjam-jam saya hanya bisa tersenyum dan mengangguk dan sekali-sekali member komentar. Tapi seharusnya tidak demikian, saya yang seharusnya bisa menempatkan diri dalam kumpulan itu, bukan menyalahkan mereka.
March 25, 2010 - Posted by Ronny Siagian - 2 Comments
Ibadah Keluarga GPIB Jemaat Pondok Ungu Sektor Bukit Zaitun. Rabu 24 Maret 2010.
Imamat 4 : 13 – 21
Jikalau yang berbuat dosa dengan tak sengaja itu segenap umat Israel, dan jemaah tidak menyadarinya, sehingga mereka melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN, dan mereka bersalah, maka apabila dosa yang diperbuat mereka itu ketahuan, haruslah jemaah itu mempersembahkan seekor lembu jantan yang muda sebagai korban penghapus dosa. Lembu itu harus dibawa mereka ke depan Kemah Pertemuan. Lalu para tua-tua umat itu harus meletakkan tangan mereka di atas kepala lembu jantan itu di hadapan TUHAN, dan lembu itu harus disembelih di hadapan TUHAN. Imam yang diurapi harus membawa sebagian dari darah lembu itu ke dalam Kemah Pertemuan. Imam harus mencelupkan jarinya ke dalam darah itu dan memercikkannya tujuh kali di hadapan TUHAN, di depan tabir. Kemudian dari darah itu harus dibubuhnya sedikit pada tanduk-tanduk mezbah yang di hadapan TUHAN di dalam Kemah Pertemuan, dan semua darah selebihnya harus dicurahkannya kepada bagian bawah mezbah korban bakaran yang di depan pintu Kemah Pertemuan. Segala lemak harus dikhususkannya dari lembu itu dan dibakarnya di atas mezbah. Beginilah harus diperbuatnya dengan lembu jantan itu: seperti yang diperbuatnya dengan lembu jantan korban penghapus dosa, demikianlah harus diperbuatnya dengan lembu itu. Dengan demikian imam itu mengadakan pendamaian bagi mereka, sehingga mereka menerima pengampunan. Dan haruslah ia membawa lembu jantan itu keluar perkemahan, lalu membakarnya sampai habis seperti ia membakar habis lembu jantan yang pertama. Itulah korban penghapus dosa untuk jemaah.
AWAL MULA DOSA
Pengampunan dosa menjadi sesuatu yang sangat kita butuhkan. Mengapa tidak, karena kita menyadari bahwa kita adalah orang yang berdosa, banyak sekali perbuatan dosa yang sudah kita lakukan. Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan pengampunan tersebut. Namun sebelum itu, mari kita lihat asal muasal dari dosa tersebut. Meskipun pengetahuan kita tentang Surga dan Neraka tidaklah sempurna, tapi kita mengetahui bahwa awalnya dosa tersebut adalah berasal dari si Lusifer atau si Bintang Timur atau si Putera Fajar, yaitu malaikat pemimpin puji-pujian di sorga yang memberontak kepada Allah. “ Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa !. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi !. ( Yes 14 : 12 – 14 ).
March 23, 2010 - Posted by Ronny Siagian - Comments Off
Materi Ceramah Retreat Katekisasi GPIB Jemaat Pondok Ungu Bekasi. Selasa, 16 Maret 2010 – Cisarua Puncak.
Bacaan Alkitab, 1 Tawarikh 16 : 23 – 34.
23.Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. 24.Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa. 25.Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah. 26.Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit. 27.Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya. 28.Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan ! 29.Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan. 30.Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi; sungguh tegak dunia, tidak bergoyang. 31.Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah orang berkata di antara bangsa-bangsa: “TUHAN itu Raja!” 32.Biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, 33.maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. 34.Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
1. Penyembahan
Bacalah Mikha 6 : 6 – 8. Dalam Perjanjian Lama, Ibadah selalu berhubungan dengan upacara-upacara. Bagaimanapun juga, upacara tersebut tidak boleh menggantikan bagian penyembahan rohani. Dalam Perjanjian Baru, kesederhanaan lebih penting/diutamakan dalam penyembahan orang Kristen. Penyembahan biasanya termasuk pujian, doa, pembacaan Alkitab dan pengajaran Alkitab. Penekanan dalam penyembahan adalah kerohanian, persembahan dan kasih dari dalam hati. Yesus berkata bahwa Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran. ( Yohanes 4 : 24 ).